Tips Mencegah Hardisk Rusak Secara Dini

Tips Mencegah Hardisk Rusak Secara Dini


Seperti kita ketahui hardisk merupakan komponen yang sangat penting dalam sebuah PC atau komputer. Hardisk berfungsi sebagai penyimpanan data dan juga sebagai penyimapanan system. Media penyimpanan ini semakin berkembang ke arah kemajuan. Baik dari segi teknologi maupun kapasitas yang disediakan. Dari segi teknologi, haridisk kian memiliki ferforma yang tinggi sehingga mendukung transfer data secara cepat dalam jumlah yang lebih besar. Sedangkan dari segi kapasita hardisk saat ini memiliki kapasitas yang sangat berfariasi dan semuanya berkapasitas besar muali dari 80 GB sampai dengan 250 GB atau bahkan ada yang sudah berukuran tera byte.

Kecepatan hardisk dalam menerima dan mentranfer data saat ini sangat tinggi, hal ini didukung denganinterface PATA. Berbeda dengan pendahulunya hardisk dengan interface PATA ini memiliki kemampuan yang lebih tinggi dan konektor yang simpel dan rapi, baik itu konektor catu daya maupun konektor data. Hal ini tentu lebih memudahkan kita dalam merapikan komputer saat merakitnya.

Namun terlepas dari itu, secanggih apapun dan sebaik
apapun kualitas dari sebuah hardisk, kalau tidak ditangani secara tepat maka kecanggihgan tersebut tidak akan ada manfaatnya. Jadi penganganan yang tepat mutlak diperlukan. Dalam hal ini untuk mencegeh hardisk rusak atau mengalami disfungsi ada bebeapa hal yang perlu diperhatikan :

1.      Pastikan kabel catu daya terpasang secara erat/ kencang
Kabel catu daya yang tidak terpasang secara benar atau kurang erat, akan mengakibatkan daya yang ditransfer ke hardisk kurang optimal. Kadang naik atau bahkan kadang turun. Hal ini akan mempercepat hardisk mengalami kerusakan.
2.      Partisi hardiks menjadi beberapa bagian partisi
Jangan biarkan hardisk masih dalam satu partisi, selain untuk memudahkan dalam mengelompokan dan penyimpanan data partisi hardisk juga menurut informasi yang saya dapat bisa memperpanjang umur hardisk. Namun untuk idealnya nilai patisis tidak dapat saya pastikan, saya bisa rekomendasikan untuk hardisk kapasitas besar jadikan 40 GB sebagai standar maksimal dari nilai sebuah partisi.
3.      Format hardisk dengan menggunakan mode normal
Saat memformat hardisk yang baru dipartisi, formatlah dengan mode normal (mode mode quick). Memang akan memakan banyak waktu, apalagi bila hardisk memiliki kapasitas besar. Tapi menurut pengalaman saya hardisk yang diformat dengan mode quick akan cepat mengalami kerusakan. Kerusakan di sini bukan kerusakan secara fisik, tapi rusak pada Master Boot Record nya. Sehingga hardisk kadang-kadang tidak bisa dibaca. Bayangkan jika partisi yang rusak adalah drive C, yaitu partisi dimana system operasi kita simpan. Tentunya komputer tidak akan bisa untuk dijalankan.

Related Posts
Previous
« Prev Post